Laman

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 November 2012

Kisah Hijrahku (Part I)

    Banyak orang bertanya alasanku belakangan ini memakai gamis dan kerudung lebar, aku hanya menjawab, “Gua pengen insyaf” sambil tersenyum. Beberapa dari mereka ada juga yang mencecarku dengan bertanya, “Emang kemaren-kemaren belom insyaf?” diiringi dengan candaan yang lain. Dan aku hampir selalu memberikan jawaban yang sama, “Belom, masih belom sempurna. Gua udah capek jadi orang nggak bener, takut tiba-tiba besok gua mati tanpa punya bekal apa-apa buat nangkis api neraka.” Aku berusaha sesabar mungkin menjawab segala macam pertanyaan mereka, walau terkadang ada beberapa yang bertanya dengan nada mencibir. Ada juga yang diam saja, tapi tatapan mata mereka seolah bertanya “Kok pakean lu jadi begini?” dan aku tidak merasa berkewajiban menjawab pertanyaan yang tak diutarakan.

      Karena sudah terlalu banyak yang mengomentari, jadi sekalian saja ku-share ceritanya. Lumayan bisa memenuhi blog-ku yang sudah terlantar. Sempat terpikir ingin buat yang baru, tapi malas. Mau ganti template juga malas, padahal aku sudah bosan melihatnya tak pernah berubah. Curcol detected! Hehe.. okeh, aku mulai sajaa…. Bismillaah…

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kenangan Karin

Aku girang bukan main saat Adam akhirnya mengiyakan ajakanku, setelah ratusan kali ia menolak dengan berbagai alasan. Kami pun menentukan waktu dan tempat janjian kami, dan apa yang akan kami lakukan nanti. Ia mengajakku menonton. Kukatakan saja kalau aku tak punya uang lebih. Sebenarnya, itu hanya akal-akalanku untuk mengetahui bagaimana responnya. Dan responnya sesuai dengan harapanku, ia berjanji bahwa ia akan mentraktirku seharian penuh. Adam juga menanyakan kado apa yang kuinginkan karena harinya bertepatan dengan hari ulang tahunku. Sejujurnya, aku tak menginginkan benda apapun darinya. Ia sudah mau bertemu dengaku saja rasanya bahagia sekali. Tapi akhirnya aku menjawab, “Terserah, asalkan jangan barang habis, atau yang gampang rusak, atau yang layu, biar ada kenang-kenangannya.” Jawabku dengan polosnya. Entah apa yang ada dipikiranku saat itu.

Kamis, 24 Februari 2011

Unforgettable Moment


Udah lama juga nih blog gw terlantar, semenjak gw mulai sibuk kerja (gaya banget!). Kebetulan hari Selasa kemaren tanggal 22 Februari 2011 gw abis ngalamin kejadian tragis. Hiks.. hiks.. hiks..

Jadi gini ceritanya,

Hari Selasa itu gw berangkat jam 8.20 booo…… biasanya gw berangkat paling telat jam 8.15. Biarpun cuma 5 menit, tapi tetep aja yang namanya telat ya telat. Gw Cuma bisa berdoa dalam hati ‘mudah-mudahan ga macet’ kalo macet kan tambah telat gw jadinya.

Senin, 26 April 2010

Wanita Kurang Sempurna Yang Engkau Nikahi

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.

Sabtu, 17 April 2010

Kamis, 8 April 2010

Mendebarkan. Itu yang kurasakan saat mataku bertemu pandang dengan matanya.

Hari ini aku sengaja berangkat sekolah sedikit lebih cepat dari biasanya—biasanya aku datang ke sekolah lima sampai sepuluh menit sebelum bel sekolah berdering—hanya agar aku dapat berpapasan dengannya lagi. Karena kemarin aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Aku berangkat kurang cepat kemarin. Dan hari ini aku berangkat pukul enam lewat sepuluh menit. Aku tak mau kehilangan waktu untuk berpapasan dengannya lagi hanya karena menunggu angkutan antar kota yang mengetem mencari penumpang.

Sabtu, 27 Maret 2010

I'm Sorry

Suatu hari, seorang gadis berjalan tergesa-gesa untuk pergi ke sekolah karena hampir terlambat sambil membawa banyak buku di tangannya. Tiba-tiba ia menabrak seorang lelaki bule hingga buku-bukunya jatuh berserakan.

“I’m sorry.” Seru sang gadis karena merasa tak enak telah menabrak laki-laki bule itu. Ia pun langsung terburu-buru membereskan buku-bukunya kembali.

Jumat, 26 Maret 2010

Ichantix

Ichantix

Pertama denger orang akan selalu berpikiran “Narsis banget nih orang kaya bener aja cantik…” padahal emang bener cantik kaaann…?? (sayangnya cuma nyokap gw yang beranggapan gituu… hiks.. hiks..)


Sebenernyaaaa……..


Waktu kecil gw pelo alias cadel. Jadi kalo orang nanya “Namanya siapa?” gw jawabnya “Icha” padahal sebenernya gw mau jawab nisa tapi berhubung gw pelo jadi yang keluar dari mulut gw “Icha”

Ummu Ruman Seorang Bidadari Surga

Wanita ini bernama Zainab atau biasa disebut Di’din. Tapi ia lebih sering dipanggil dengan laqab (nama panggilan) Ummu Ruman. Wanita ini anak perempuan dari Amir bin Uwaimir bin Abdullah Syams bin ‘Iqab. Nasabnya berakhir di Kinanah.


Ummu Ruman tinggal di wilayah yang bernama As-Sirat, yaitu sebuah dataran berkontur pegunungan dan berbukitan di Jazirah Arabia. Ketika sampai usia akil balig, ia dinikahkan dengan pemuda sedesanya yang bernama Harits bin Sakhbarah bin Jurtsumah Al-Kaher. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang diberi nama Ath-Thufail.